Benar adanya jika kesombongan itu tiada batasnya, sombong karena memiliki wajah tampan atau
cantik, sombong karena kaya dan berharta, sombong karena kedudukan atau
pangkatnya lebih tinggi, sombong karena kita lebih baik dari yang lain dan
sebagainya. Hal inilah yang diceritakan Bp K.H Abdul Syakur dari Indramayu pada
malam rabu 24 Juni 2014 di acara Imtihan
MIS. Mi`barul Hidayah Rembes Tegalgubug beliau bercerita tentang kesombongan iblis, Sebagai
pembelajaran dan renungan, janganlah kita umat Nabi Muhammad SAW memiliki sifat
sombong seperti Iblis. Beliaupun menunjukan sebuah hadist
"Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat
biji Atom dari kesombongan."
(HR.Muslim).
(HR.Muslim).
Dan hadirin dibuat merinding
dan cemas karna tanpa disadari atau tidak kita semua pernah berbuat
sombong.
sesekali beliau mampu membuat hadirin tertawa ketika beliau
mencontohkan rasa sombong dengan logat bahasa dermayonnya, kemudian ia
melanjutkan ceritanya bahwa Kesombongan Iblis bukan hanya menunjukkan
kecongkakannya, akan tetapi juga menunjukkan kepada kita bahwa sombong itu
tiada batasnya.
Iblis telah benar-benar sombong karena menolak kebenaran yaitu menolak perintah Allah dan meremehkan Nabi Adam as.
Benarlah peringatan Allah SWT melalui Rasul-Nya.
Rasulullah SAW bersabda,
Allah SWT berfirman:
'Kesombongan adalah pakaikan-Ku, sedangkan kebesaran adalah selendang-Ku, maka siapa saja yang mencabut salah satu dari dua hal itu, maka ia akan Aku lemparkan ke neraka.'
(HR. Ibnu Majah).
Iblis telah benar-benar sombong karena menolak kebenaran yaitu menolak perintah Allah dan meremehkan Nabi Adam as.
Benarlah peringatan Allah SWT melalui Rasul-Nya.
Rasulullah SAW bersabda,
Allah SWT berfirman:
'Kesombongan adalah pakaikan-Ku, sedangkan kebesaran adalah selendang-Ku, maka siapa saja yang mencabut salah satu dari dua hal itu, maka ia akan Aku lemparkan ke neraka.'
(HR. Ibnu Majah).
Lalu bagaimana dengan kita,
apakah kita masih memelihara sifat sombong? , menurut cerita beliau makhluk
Allah yang sudah berada di Syurga saja bisa di keluarkan dari syurga gara-gara
kesombongannya. Apalagi kita yg sama
sekali belum pernah merasakan syurga, tegasnya sambil menatap hadirin yang
kebetulan barisan yang duduk paling depan adalah para ustad, Kyai dan guru-guru
MIS. Mi`barul Hidayah Rembes.